Demokrasi Remaja
Kita sering mendengar kata demokrasi. Sejak kita duduk di bangku sekolah dasar hingga saat ini, kata demokrasi terasa akrab sekali di telinga kita. Tapi, apakah kita sudah benar-benar paham tentang apa makna demokrasi yang sebenarnya?
Demokrasi biasanya memberi kita pilihan terhadap suatu hal. Dalam memilih suatu hal, manusia menggunakan akal pikiran dan hatinya untuk memilih yang terbaik dan sesuai dengan dirinya. Sayangnya, hal ini masih kurang tercermin dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.
Contoh yang paling mudah yaitu ketika diadakan pesta demokrasi atau pemilu, masih banyak masyarakat Indonesia memilih dengan tidak mendasarkan pada akal pikiran dan hatinya, tetapi masih menggunakan kekuatan emosionalnya, entah itu dipengaruhi pilihan orang tuanya, tokoh yang berpengaruh di wilayahnya, ataupun yang lainnya, yang itu belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.
Selain itu, demokrasi memerlukan suatu pemerintahan yang transparan dan bertanggungjawab, memenuhi kebutuhan dan kepentingan rakyat, karena demokrasi juga berkaitan dengan hak kebebasan berbicara, hak kebebasan beragama, hak kebebasan berkeyakinan, kebebasan kebudayaan, dan demokrasi sosial.
Namun, kebebasan demokrasi juga mendatangkan satu masalah, yaitu adanya sebagian pemuda yang acuh tak acuh dalam menghadapi masalah-masalah sosial, tidak terlalu memperhatikan semua masalah yang terjadi di sekitar mereka dan terkadang mereka merasa benar dengan apa yang mereka lakukan meskipun itu menyimpang dari nilai dan norma.
Saat ini, bangsa Indonesia sedang mengalami krisis dalam berbagai segi kehidupan. Banyaknya perilaku negatif yang berkembang di masyarakat, bukan saja masyarakat, tapi juga pemerintah yang mestinya jadi panutan dan pusat keteladanan. Protes yang banyak terjadi akhir-akhir ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan yang berjalan kurang stabil. Aksi-aksi yang mengecam pemerintah banyak dilakukan oleh anak-anak muda yang menempatkan diri pada posisi kontra terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Hal itu menggambarkan bahwa anak-anak muda Indonesia sangat tanggap dan kritis terhadap apa yang terjadi di lingkungan mereka.
Generasi pemuda dan anak-anak juga punya suara dan perlu didengarkan. Semuanya mengarah ke satu tujuan bersama yaitu membangun suatu negara yang makmur, kuat dan lebih baik. Selain itu, anak muda tentu mampu membawa cara berpikir yang unik dan baru untuk menjadikan negara ini semakin maju. Karena itu, kita perlu mendengarkan suara anak muda untuk lebih terlibat lagi dalam proses demokrasi agar kualitas demokrasi Indonesia juga semakin baik.
Demokrasi juga memungkinkan kita sebagai generasi muda untuk mengubah arah perjalanan bangsa ini menuju ke suatu tempat yang lebih baik. Gerakan moral untuk menuju Indonesia ke arah yang lebih baik sepertinya akan sangat membutuhkan bantuan dari generasi muda. Tanpa andil dari kaum muda, gerakan itu pasti akan terhambat. Tentunya, kita bisa ikut berpartisipasi dengan cara mengoptimalkan peranan kita dalam berbangsa dan bernegara. Tapi, bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah dengan berperan aktif dalam demokrasi.
Melihat bahwa demokrasi bukan hanya sebagai suatu sistem saja, tetapi merupakan sebuah pendekatan sikap, perilaku dan paham. Kita sebagai generasi muda seharusnya berada pada pemikiran yang memberikan pencerahan terhadap praktik-praktik demokrasi yang membangun, bukannya merusak. Seharusnya, pemuda melahirkan banyak pemikiran-pemikiran yang membawa harapan dan inspirasi baru. Generasi muda harus ditempatkan dalam cita cita demokrasi, karena demokrasi adalah inspirasi bukan soal aspirasi.
Namun bila berbicara demokrasi dalam konteks Indonesia, seharusnya kita tidak lupa dengan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan yang berdasarkan nilai-nilai idealisme kebangsaan yang berasal dari Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Demokrasi Indonesia sangat membutuhkan patriotisme pemuda. Dengan jiwa patriotik pemuda, bangsa ini akan menjadi lebih dinamis dan inovatif. Bangsa ini sangat membutuhkan pemuda yang berempati terhadap gerakan moral yang sedang berjalan.
Dengan semangat menegakkan demokrasi, keadilan, dan hukum, maka pemuda di era milenium ketiga ini saatnya bergerak untuk berkarya dan membebaskan diri dari belenggu kebodohan dan kemiskinan. Kita harusnya menjadi pemuda yang berprestasi, kreatif, produktif dan sadar hukum. Disinilah peran kita dipertaruhkan. Pilihan akhirnya tergantung pada bagaimana kita menempatkan posisi kita dalam demokrasi.
Pemuda sebagai aset bangsa dan pilar kekuatan transformasi akan memainkan peran dalam partisipasi demokrasi secara nyata di dalam suatu negara. Karena sebenarnya, fungsi pemuda adalah sebagai pemegang kendali sosial terhadap suatu demokrasi. Generasi muda seharusnya mampu memegang peran untuk ikut terlibat dalam proses demokrasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.
Pemuda sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan perlu mendapat pemahaman yang baik tentang arti demokrasi dan penerapannya dalam masyarakat. Dialog dan diskusi adalah salah satu cara untuk saling berbagi pengetahuan dan diharapkan adanya perubahan bagi peserta yang mengikuti acara tersebut.
Selain itu, hal yang juga perlu dilakukan adalah memaksimalkan proses sosialisasi tentang pentingnya demokrasi dalam sebuah negara. Hal ini menjadi penting karena penanaman pemahaman terkait kaidah-kaidah demokrasi merupakan inti penggerak semangat pemuda untuk terus menjaga dan berupaya agar layak untuk berperan aktif dalam demokrasi.
Peran pemuda dalam keikutsertaannya pada kehidupan demokrasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Peran kita sebagai generasi muda untuk bisa ikut berdemokrasi sangatlah dibutuhkan. Berkaitan dengan hal itu, generasi muda harus memiliki wawasan dan pendidikan yang memadai agar mampu memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Di sekolah, kita telah diberikan dasar dan pemahaman tentang demokrasi supaya kita dapat menyadari pentingnya demokrasi agar kita bisa ikut berpartisipasi dalam demokrasi Indonesia. Dengan begitu, kita dapat ikut serta secara aktif dalam setiap proses pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara, yang salah satunya adalah membangun sistem demokrasi Indonesia.
Peran dan inovasi kita sebagai generasi muda juga harus diarahkan agar mampu terlibat aktif dalam demokrasi, sehingga kebutuhan penyelenggaraan demokrasi dapat berjalan dengan baik. Kalau tidak ada cara penyelenggaraan yang baik, maka proses demokrasi tidak akan mencapai kesuksesan.
Selain itu, komunikasi juga merupakan salah satu instrumen yang kuat bagi demokrasi. Masalah menguasai media komunikasi saat ini banyak bergantung pada kalangan muda. Pengembangan media massa dengan bentuk demokrasi di Indonesia sudah cukup baik. Hanya ada satu masalah, yaitu ada beberapa kelompok dan organisasi yang menyalahgunakan media massa untuk mengeluarkan informasi-informasi yang salah.
Kita sangat mudah dipengaruhi oleh informasi-informasi seperti ini. Oleh karena itu, kalangan muda harus cerdas dan bertanggungjawab dalam menggunakan media sosial. Kita sebagai generasi muda Indonesia masa kini adalah generasi muda yang mendapat pendidikan lebih baik. Kita juga mendapat informasi lebih banyak mengenai perkembangan di berbagai masyarakat dunia di luar Indonesia dan memiliki kesadaran lebih tinggi. Kita adalah harapan dan semangat perubahan Indonesia untuk menjadi lebih baik. Untuk itu, kita juga harus bisa menyaring informasi-informasi yang salah dan tidak bertanggungjawab. Karena kita adalah hari depan Tanah Air, bertanggung-jawab membela penyatuan nasional.
Seperti kita ketahui bahwa generasi muda adalah generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Apabila dikaitkan dengan demokrasi, generasi muda disebut sebagai character builder karena dengan karakter kita, generasi muda mampu membangun dan memimpin berbagai macam bentuk demokrasi dengan modal rasa tanggap dan kritisnya terhadap bangsa Indonesia.
Selanjutnya, generasi muda juga disebut sebagai character enabler karena pribadi kita seharusnya mampu berperan dalam demokrasi, misalnya mampu menilai baik atau tidaknya suatu kebijakan yang dibuat pemerintah.
Yang terakhir, generasi muda disebut sebagai character engineer. Generasi muda memiliki karakter yang mampu menjadikan dirinya pemimpin atau yang terdepan, mengambil andil besar dalam demokrasi di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa generasi muda berperan penting dalam demokrasi.
Semua hal itu merupakan upaya untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Melalui demokrasi, diharapkan terjadi kesamaan tujuan dan pandangan hidup antara pemerintah dan rakyat. Pemerintah akan leluasa menjalankan tugasnya, sementara rakyat pun bisa hidup tenteram dan nyaman dengan kebijakan yang ada.
Kita tentu tahu bahwa menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih baik dan maju tidak akan semudah membalikkan telapak tangan, tetapi setidaknya kita sebagai generasi muda Indonesia yang masih peduli dengan negara Indonesia tercinta ini akan membantu tercapainya proses demokrasi yang lebih baik.
Semakin banyak anak muda yang sadar terhadap demokrasi dapat memberikan harapan bagi pembangunan demokrasi di Indonesia. Tingkat pendidikan dan energi positif yang kita bawa dapat mendorong demokrasi ke arah yang lebih baik.
Generasi muda menjadi kunci baik-buruknya demokrasi. Semakin banyak pemuda yang paham dan ingin terlibat langsung dalam demokrasi, semakin kita optimistis terhadap kualitas demokrasi yang akan menjadi semakin baik. Untuk itu, kita sebagai generasi muda harus ikut andil dalam proses pelaksanaan dan pembangunan demokrasi di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar